DIAGNOSTIC MIRROR
Pengunjung datang. Tetapi apakah mereka memahami apa yang harus dilakukan berikutnya?
Website sering dibuat sebagai kumpulan informasi perusahaan, bukan sebagai jalur keputusan pelanggan.
- Headline menjelaskan perusahaan, bukan masalah market.
- Semua layanan mendapat porsi sama tanpa prioritas.
- CTA generik dan tidak sesuai kesiapan pengunjung.
- Landing page tidak melanjutkan janji iklan.
- Bukti dan objection handling sulit ditemukan.
- Tracking aktif tetapi conversion tidak didefinisikan.
COST OF INACTION
Setiap traffic yang masuk membawa biaya atau usaha. Website yang tidak memberi arah membiarkan perhatian itu menguap.
Desain yang indah tidak dapat menggantikan message hierarchy, trust, relevance, dan decision path.
- Iklan membayar kunjungan yang tidak bergerak.
- Sales mengulang informasi yang seharusnya tersedia.
- Pengunjung menilai bisnis hanya dari harga.
- SEO membawa traffic tanpa jalur internal.
- Data conversion tidak cukup untuk mengambil keputusan.
ROOT CAUSE
Website bukan brosur digital. Ia adalah ruang tempat market menyusun keyakinan.
Pengunjung datang dengan pertanyaan, risiko, dan tingkat kesadaran yang berbeda. Information architecture, copy, visual hierarchy, proof, CTA, performance, dan tracking perlu membantu mereka memahami langkah berikutnya.
UNIQUE MECHANISM
Conversation-First Website System
Website dirancang dari percakapan yang harus terjadi—kemudian diterjemahkan menjadi struktur, copy, interface, dan measurement.
01
Business & market context
Tujuan, offer, audience, journey, dan traffic source.
02
Message architecture
Hierarchy masalah, value, proof, objection, dan CTA.
03
Information architecture
Sitemap, page role, navigation, dan internal journey.
04
UX & visual system
Layout, hierarchy, responsive behavior, accessibility, dan brand.
05
Build & integration
CMS, form, WhatsApp, analytics, SEO, dan performance.
06
QA & learning
Content, device, tracking, indexability, handover, dan iteration.
SCOPE & DELIVERABLES
Yang Anda bawa pulang bukan sekadar rekomendasi.
Deliverables final mengikuti konteks, data, akses, kapasitas tim, dan scope yang disepakati.
Website strategy brief
Tujuan, audience, offer, conversion, dan measurement.
Sitemap & page-role map
Struktur halaman dan fungsi tiap URL.
Message architecture
Headline, hierarchy, proof, objection, dan CTA.
Wireframe & UX direction
Alur informasi dan interaksi utama.
Visual design system
Typography, color, spacing, component, dan responsive rules.
Responsive development
Implementasi desktop, tablet, serta mobile.
CMS/Gutenberg setup
Konten utama dapat dikelola sesuai scope.
SEO & tracking foundation
Metadata, schema dasar, analytics, event, sitemap, dan indexability.
QA, documentation & handover
Testing, panduan, akses, dan ownership.
EXPECTED TRANSFORMATION
Perubahan yang ingin dibangun.
Bukan janji angka instan, melainkan perubahan cara sistem bekerja dan keputusan dibuat.
Sebelum
- Website dimulai dari template.
- Homepage memuat semua informasi.
- CTA dipasang setelah desain selesai.
- Mobile dianggap versi kecil desktop.
Sesudah
- Website dimulai dari tujuan dan journey.
- Setiap halaman memiliki peran.
- CTA mengikuti tingkat kesiapan.
- Mobile dirancang sebagai pengalaman utama.
PROOF OF THINKING
Landing page ramai belum tentu masalah traffic
Jika iklan menjanjikan solusi spesifik tetapi landing page membuka dengan company profile, pengunjung harus menyusun sendiri hubungan antara kebutuhannya dan offer. Kita memperbaiki message match, hierarchy, proof, friction, dan CTA sebelum menyimpulkan bahwa traffic-nya salah.
FIT CHECK
Layanan ini tepat ketika konteks dan kesiapan bertemu.
Seleksi yang jujur melindungi kedua pihak dari scope yang tidak sehat.
Cocok jika…
- Membutuhkan website atau landing page sebagai alat growth.
- Memiliki produk, layanan, dan PIC yang dapat memberi konteks.
- Bersedia mengembangkan copy dan struktur, bukan hanya visual.
- Membutuhkan ownership serta handover yang jelas.
- Ingin menghubungkan website dengan SEO, ads, CRM, atau WhatsApp.
Belum cocok jika…
- Hanya mencari template termurah.
- Tidak bersedia menyediakan materi atau approval.
- Menginginkan clone website kompetitor.
- Menganggap desain saja menjamin penjualan.
- Tidak membutuhkan proses diagnosis dan QA.
PROSES KERJA
Konteks dibaca sebelum solusi ditentukan.
Urutan dapat menyesuaikan kompleksitas, tetapi keputusan selalu didokumentasikan.
01
Discovery
Business, market, offer, goals, content, dan technical needs.
02
Architecture
Sitemap, journey, message, wireframe, dan conversion.
03
Design
Visual system, component, responsive layout, dan review.
04
Build
CMS, integration, content population, performance, dan tracking.
05
QA & launch
Device, browser, form, SEO, accessibility, handover, dan monitoring.
FAQ
Pertanyaan sebelum memulai.
Jawaban berikut membantu memastikan ekspektasi, ownership, dan ruang kerja tetap jelas.
Apakah termasuk domain dan hosting?
Kebutuhan domain, hosting, email, lisensi, dan biaya pihak ketiga dijelaskan terpisah sesuai stack.
Apakah konten dapat diedit sendiri?
Bisa. Tingkat editability dan area yang dikunci ditentukan berdasarkan sistem yang dibangun.
Apakah copywriting termasuk?
Strategy dan copy dapat termasuk sesuai scope. Materi faktual tetap membutuhkan input serta approval bisnis.
Apakah website dijamin ranking di Google?
Tidak. Fondasi technical dan on-page dapat disiapkan, sedangkan ranking dipengaruhi banyak faktor.
Apakah tersedia maintenance?
Maintenance, optimization, content support, atau monitoring dapat disusun sebagai scope lanjutan.
Website seharusnya membuat percakapan berikutnya lebih mudah dimulai.
Jika website Anda hanya menjelaskan siapa perusahaan Anda, mari ubah menjadi jalur yang membantu market memahami mengapa mereka perlu melanjutkan.
TERKAIT
Lanjutkan jalur yang relevan.
Baca konteks tambahan atau lihat layanan yang terhubung dengan persoalan ini.

