Mengapa Playbook Ini Ada
Permainannya tidak hilang. Medannya yang berubah. Pola kerja offline yang sudah dikenal diterjemahkan menjadi alur content, percakapan, database, BOP online, dan aktivasi member.
Untuk distributor dan leader network marketing yang nyaman bekerja offline, tetapi membutuhkan alur digital tanpa harus berubah menjadi digital marketer.
Saya tidak memulai dari tools. Saya memulai dari customer journey, titik putus, dan keputusan apa yang perlu dibuat sebelum aktivitas ditambah.
Cermin Masalah
Tiga bottleneck yang membuat kerja keras tidak bergerak ke hasil berikutnya.
Jika dua dari tiga situasi ini terasa familiar, Anda akan tahu bagian mana yang perlu dibaca lebih dahulu.
Prospek mulai habis
Warm market sudah banyak dihubungi, sementara Facebook, Instagram, TikTok, LIVE, dan komunitas belum menjadi sumber percakapan baru.
Lead ada, closing tetap seret
Views dan DM ada, tetapi belum tersambung menjadi database, nurturing, invitation, BOP, serta follow-up yang terstruktur.
Member masuk, tetapi tidak bergerak
Registrasi terjadi tanpa onboarding dan activity rhythm yang cukup sederhana untuk dijalankan serta diduplikasi.
Content-to-Duplication System
Dari gejala yang terlihat menuju sistem yang bisa dijalankan.
Baca setiap tahap sebagai sambungan. Saat satu tahap putus, tahap setelahnya akan terasa lebih berat dari seharusnya.
Attract
Temukan orang melalui kanal digital.
Content
Ubah topik menjadi hook, value, dan CTA.
Capture
Simpan perhatian menjadi database.
Nurture
Bangun trust lewat DM dan WhatsApp.
Invite
Bawa percakapan menuju Zoom BOP.
Convert
Kelola presentasi dan follow-up.
Activate
Arahkan 24 jam, 7 hari, dan 30 hari awal.
Duplicate
Buat pola yang bisa diajarkan ulang.
Yang Anda Dapatkan
Bukan hanya informasi. Ada alat untuk membantu Anda berpikir dan bergerak.
- Framework dan flowchart dari content sampai BOP
- Script serta contoh percakapan
- Funnel map, onboarding map, dan activity roadmap
- Organic, paid traffic, dan AI sebagai co-pilot eksekusi
